Qiyamul lail adalah Rutinan harian

 Pesantren Daar el-Syukur, kebon kopi gunung sindur-Bogor

 

         Santri pesantren Daar el Syukur diantara kegiatan Rutinan hariannya yaitu ketika awal bangun pagi pada pukul 03:00 WIB mereka bangun dibangunkan oleh bulis malam (penjaga malam) kemudian mereka bangun dengan siap siap untuk berjalan ke mushola. Sebagian ada yang ke hamam (kamar mandi) terlebih dahulu Sebagian lain ada juga yang langsung berwudhu lalu mereka sholat sendiri sambil menunggu kawan yang lainnya untuk melaksanakan sholat malam secara berjama’ah 11 Raka’at kemudian di lanjut dengan pembacaan wirid dengan di akhiri dengan do’a masing masing sambil menunggu adzan shubuh. Sungguh begitu padat kegiatan aktivitas seorang santri. tetapi ya begitulah, para ustadz, kiyai, guru dalam mendidik muridnya agar dapat menjadi kader terbaik, kader yang dibanggakan Allah dan Rosulnya. Mereka harus membiasakan perbuatan yang mulia. Sebagaimana sahabat Abdullah bin Mas’ud berkata:

عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: «تَعَوَّدُوا الْخَيْرَ ‌فَإِنَّ ‌الْخَيْرَ ‌بِالْعَادَةِ، وَحَافِظُوا عَلَى نِيَّاتِكُمْ فِي الصَّلَاةِ»  أخرجه البراني في الكبير

Artinya: dari sahabat Abdullah bin Mas’ud berkata “biasakanlah (perbuatan) baik, karena perbuatan baik di awali dengan kebiasaan, dan jagalah niat kalian dalam Sholat” HR. Thobroni.

Dan waktu sepertiga malam adalah waktu yang sangat mulia. Waktu Dimana para kekasih Allah meminta ampunan serta rahmatnya. Dan Allah Azza wa Jalla pun telah memerintahkan hambanya untuk senantiasa selalu menghidupkan malam hari dengan amal ibadah sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Al-Isra’:

وَمِنَ ٱلَّيۡلِ ‌فَتَهَجَّدۡ بِهِۦ نَافِلَةٗ لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبۡعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامٗا مَّحۡمُودٗا ٧٩ [الإسراء: 79]

Artinya: “dan pada sebahagian malam hari bersembahyang Tahajjudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah mudah Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (Al-Isra 17:79).

Dari ayat tersebut bahwa Qiyamullail memiliki keutamaan yang besar, pahala yang melimpah, ampunan yang agung. Bahkan Nabi Shalallahu alaihi wa aalihi wa salam selalu mendawamkan Sholat Malam sampai wafatnya hingga Allah pun mengangkat derajatnya disisi Allah yang maha besar.

Nabi Shalallahu alaihi wa aalihi wa salam pun bersabda dalam haditsnya

عن عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «‌أَقْرَبُ ‌مَا ‌يَكُونُ ‌الرَّبُّ ‌مِنَ ‌العَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الآخِرِ، فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ»: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الوَجْهِ

Artinya: dari sahabat amar bin anbasah bahwa ia telah mendengar Nabi Shalallahu alaihi wa aalihi wa salam bersabda: “paling dekatnya Tuhan dari Hambanya yaitu pada pertengahan malam terakhir, jika kamu mampu berdzikirlah kepada Allah pada waktu tersebut, maka lakukanlah” HR. Tirmidzi.

Sekitar satu jam setengah pelaksanaan Sholat Tahajud beserta pembacaan Wirid hingga tibanya waktu adzan demi menjadi Hamba Allah yang Sholeh nan bertaqwa. Dan begitulah para salaf sholeh mendidik para muridnya agar senantiasa menghormati waktu-waktu yang Allah muliakan dengan mengamalkan amaliah amaliah yang mulia. Sekalipun ia merupakan dari amaliah yang terberat terlebih dari bangun tidurnya seseorang akan tetapi ia akan menjadi ringan dengan membiasakan serta merutinkan ditambah dengan rasa sabar terhadap Masyaqoh (kesukaran) tetapi bagi mereka yang bisa mengorbankan dari itu semua Allah berfirman:

وَٱلَّذِينَ ‌جَٰهَدُواْ ‌فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٦٩  [العنكبوت: 69-1]

Artinya: “dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) kami, kami benar benar akan kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan kami, dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (Al-Ankabut 29:69).

Semoga kita selalu dilimpahkan oleh Allah kekuatan dan keistiqomahan dalam menjalakan perintahnya dan menjauhi larangannya.